Desa Suak Masuk Top 10 Lomba Desa HELAU 2026, Siap Melaju ke Penilaian 5 Besar

SUAK, LAMPUNG SELATAN — Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, berhasil masuk 10 besar Lomba Desa HELAU Tahun 2026. Desa Suak menempati peringkat ke-6 dari seluruh desa dan kelurahan yang mengikuti rangkaian penilaian di Kabupaten Lampung Selatan.

Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi Desa Suak sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkuat gerakan masyarakat dalam menjaga kebersihan, menata lingkungan, meningkatkan keamanan, serta mengembangkan potensi desa.

Program Desa HELAU merupakan gerakan pembangunan yang mengusung lima nilai utama, yakni Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menempatkan program ini bukan sekadar sebagai perlombaan, tetapi sebagai upaya membangun kebiasaan positif dan budaya gotong royong yang dapat terus hidup di tengah masyarakat.

Desa Suak Peringkat Keenam

Berdasarkan hasil penilaian yang diumumkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan pada 16 September 2026, Desa Suak berada di posisi keenam dan berhak melaju ke tahapan berikutnya.

Sepuluh desa yang masuk jajaran teratas adalah:

1. Desa Sumber Sari, Kecamatan Sragi;

2. Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram;

3. Desa Hargo Pancoran, Kecamatan Rajabasa;

4. Desa Bumi Asih, Kecamatan Palas;

5. Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung;

6. Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo;

7. Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan;

8. Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan;

9. Desa Kerinjing, Kecamatan Rajabasa; dan

10. Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan.

Daftar tersebut merupakan hasil seleksi dari 260 desa dan 4 kelurahan se-Kabupaten Lampung Selatan. Dalam prosesnya, peserta dinilai berdasarkan 55 indikator yang kemudian diverifikasi dan divalidasi melalui sistem aplikasi serta pengecekan langsung di lapangan untuk desa yang memenuhi kriteria.

Dengan berada di posisi keenam, Desa Suak kini memiliki kesempatan untuk kembali menunjukkan berbagai capaian dan inovasi yang telah dilakukan bersama masyarakat dalam tahapan penilaian selanjutnya.

Gotong Royong Menjadi Kekuatan Desa Suak

Masuknya Desa Suak ke dalam 10 besar tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat dalam menjalankan Gerakan Desa HELAU.

Sebelumnya, pada 29 Juli 2026, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Desa HELAU di Desa Suak. Dalam kunjungan tersebut, semangat gotong royong masyarakat mendapat apresiasi karena terlihat dalam berbagai kegiatan penataan dan perbaikan lingkungan desa.

Sejumlah langkah nyata telah dilakukan masyarakat bersama pemerintah desa. Di antaranya pemilahan sampah organik dan nonorganik, pembangunan pos keamanan lingkungan, pemasangan penjor yang dilengkapi lampu hias, serta penataan jalan desa dengan marka jalan.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung kebersihan lingkungan. Warga Desa Suak membuat tempat sampah organik dan nonorganik dari anyaman bambu.

Inovasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengelolaan sampah, tetapi sekaligus menunjukkan bahwa penataan lingkungan dapat dilakukan dengan memanfaatkan kreativitas dan potensi yang tersedia di desa.

HELAU Bukan Sekadar Mempercantik Desa

Konsep Desa HELAU memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar membuat lingkungan terlihat indah.

Pada portal resmi Desa HELAU Kabupaten Lampung Selatan, kelima unsur tersebut dijelaskan sebagai fondasi pembangunan desa terpadu.

Hijau berkaitan dengan lingkungan yang bersih, asri, sehat, dan berkelanjutan, termasuk kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan, dan pertanian ramah lingkungan.

Elok menekankan penataan desa agar rapi, tertata, memiliki estetika lingkungan yang baik, serta mampu mengembangkan fasilitas umum dan daya tarik desa.

Lestari berkaitan dengan keberlanjutan budaya, adat istiadat, kearifan lokal, warisan budaya, dan karakter masyarakat.

Aman diarahkan pada terciptanya kehidupan desa yang kondusif, tertib, serta memiliki kesiapsiagaan dan ketahanan sosial.

Sementara Unggul berkaitan dengan pengembangan potensi ekonomi, BUMDes, UMKM, desa wisata, serta inovasi yang dapat meningkatkan daya saing dan kemandirian desa.

Karena itu, semangat HELAU di Desa Suak dapat dilihat sebagai gerakan yang menghubungkan penataan lingkungan dengan partisipasi masyarakat, keamanan, kreativitas, dan pengembangan potensi lokal.

Dari Lingkungan hingga Desa Wisata

Upaya menjaga lingkungan bukan hal yang benar-benar baru bagi Desa Suak.

Pada Januari 2026, Desa Suak tercatat meraih Juara Favorit Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 Tematik Ramah Lingkungan Kategori II: Desa Maju/Mandiri tingkat nasional. Capaian tersebut diraih melalui konsep pengelolaan desa wisata yang mengedepankan lingkungan dan partisipasi masyarakat.

Dalam pengelolaan lingkungan desa, masyarakat juga menjalankan program ABRI (Asri, Bersih, Rapi, dan Indah) serta BKW (Bersih, Kering, dan Wangi) pada fasilitas toilet umum. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang tertata sekaligus mendukung kualitas pelayanan dan pengembangan desa wisata.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Desa Suak dalam membangun identitas desa yang peduli terhadap kebersihan, lingkungan, dan potensi wisata.

Tahapan Berikutnya Menuju 5 Besar

Setelah 10 besar ditetapkan, tahapan Lomba Desa HELAU selanjutnya akan berlanjut dengan penilaian lapangan oleh tim yang melibatkan unsur akademisi dan para ahli.

Dari 10 desa tersebut akan dipilih lima desa terbaik yang kemudian berhak mempresentasikan capaian dan inovasinya pada tingkat Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi Desa Suak, tahapan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa berbagai perubahan yang terlihat di lingkungan desa merupakan hasil dari proses dan keterlibatan masyarakat, bukan hanya persiapan administratif untuk perlombaan.

Hal tersebut sejalan dengan penegasan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bahwa Lomba Desa HELAU tidak boleh berhenti pada kelengkapan dokumen ataupun hasil perlombaan. Nilai-nilai HELAU diharapkan tetap menjadi kebiasaan masyarakat setelah seluruh rangkaian penilaian selesai.

Menjaga Semangat Setelah Perlombaan

Bagi masyarakat Desa Suak, masuknya desa ke dalam Top 10 merupakan sebuah pencapaian sekaligus tantangan untuk mempertahankan semangat yang sudah dibangun.

Kebersihan lingkungan, pemilahan sampah, penataan jalan, keamanan lingkungan, penghijauan, hingga pemanfaatan potensi lokal membutuhkan keterlibatan bersama dan konsistensi.

Sebab, inti dari Desa HELAU bukan hanya bagaimana sebuah desa terlihat lebih bersih dan indah ketika dinilai, tetapi bagaimana kebiasaan tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sendiri menekankan bahwa tujuan utama program ini bukan semata-mata mencari pemenang. Yang lebih penting adalah tumbuhnya gotong royong, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, aktivitas sosial kemasyarakatan, serta budaya positif yang berkelanjutan.

Dengan capaian peringkat ke-6 Top 10 Lomba Desa HELAU 2026, Desa Suak kini bersiap menghadapi tahapan berikutnya. Pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat terus menjaga kekompakan, mempertahankan perubahan yang telah dilakukan, serta menunjukkan berbagai inovasi dan potensi desa secara konsisten.

Pada akhirnya, keberhasilan Desa Suak dalam Gerakan HELAU bukan hanya tentang posisi dalam sebuah perlombaan, tetapi tentang bagaimana Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan pembangunan desa secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *